1

4.1 Perulangan (Looping)

Tujuan looping atau perulangan adalah mengulangi penulisan baris program yang sama namun berbeda variabel dan nilai yang bisa diganti secara urut.  Agar mempermudah programmer dalam menyingkat kode program yang sama.  Looping terdiri dari beberapa bentuk diantaranya: 1. Looping While, 2. Looping For, dan 3. Looping Do-While Dalam looping ada beberapa notasi yang nanti sering dijumpai dalam menaikan atau menurunkan nilai Baca Selengkapnya

1

4.2 Looping While

Looping while adalah sebuah logika perulangan dengan menggunakan kondisi sama seperti if.  Apabila kondisi pada while nilainya benar, maka program akan di eksekusi dan berulang. Kode Program: //Kode Program A while (kondisi) { //kode program B } //Kode Program C Jika kondisi benar maka alur program menjadi. Kode Program A, Kode Program B, Kode Program B, Kode Program B. Akan Baca Selengkapnya

1

4.3 Looping Sentinel dan Counter Controlled While

Dalam looping while ada dua bentuk looping while, yaitu 1. Counter Controlled While Pada Counter Controled while yang menjadi counter looping, untuk kode program berputar hingga kode program berhenti, adalah variabel yang di counter.  Berikut beberapa contoh counter while: Kode Program: a=5; while(a<10){  //kondisi menggunakan variabel a sebagai control //kode program a++;  //kenaikan variabel a sebagai counter } b= 20; Baca Selengkapnya

1

4.4 Looping For

Salah satu bentuk looping lainnya dalam pemrograman yaitu dengan menggunakan looping “FOR”. Looping for lebih mudah dipelajari daripada looping while, karena programmer tidak perlu repot berfikir secara logika untuk menentukan kondisi looping. Looping for biasanya digunakan untuk looping-looping counter sederhana oleh programmer. Dalam looping for, kita bisa memasukan nilai awal, nilai akhir, dan kenaikannya seperti pada kode program dibawah ini: Baca Selengkapnya

1

4.5 Looping Do – While

Looping do while, pada dasarnya looping logika sama seperti while, hanya saja pada do while perintah dilakukan terlebih dahulu baru mengecek kondisinya. Apabila kondisi salah, maka program akan melakukan proses minimal sekali.  Berikut cara penulisan kode program untuk looping do-while Kode Program: a=0; do{   //kode program terlebih dahulu di eksekusi a++; }while(a<5); Contoh program dengan menggunakan while dengan kondisi salah Baca Selengkapnya

1

4.6 Break dan Continue pada Looping

Dalam menggunakan looping, apabila ada kasus-kasus tertentu anda dapat memberhentikan paksa proses looping atau melewati satu bagian atau beberapa bagian looping dengan menggunakan break dan continue.  Berikut adalah penjelasan untuk break dan continue. 1. Break Penggunaan break pada looping bertujuan untuk menghentikan seluruh proses looping secara paksa, biasanya break ditulis dalam looping dengan menggunakan logika if. apabila break tidak didalam Baca Selengkapnya

1

5.1 Looping bertingkat (Nested Looping)

Dalam membuat program kita bisa membuat looping di dalam looping atau yang disebut Nested Looping.  Dalam membuat nested looping, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kita bisa mencerna perilaku dari perulangan baris program yang dilakukan. Kode Program: int a, b; a=0; b=0; while(a<2){ //Kode Program A for(b=0;b<3;b++){ Console.WriteLine(a + “, ” + b); }//end looping milik for a++; }//end Baca Selengkapnya

1

5.2 Label dan Goto Looping

Label adalah sebuah nama blok program yang dibuat oleh programmer bertujuan untuk lompat menuju ke blok program yang di inginkan, sehingga fungsi dari label dan goto bisa sama digunakan seperti looping. Membuat blok program (Label) adalah seperti contoh kode program berikut: Kode Program: int a, b; a = 0; b=1; blokprogram1:  //ini adalah label dengan nama blokprogram1 Console.WriteLine(a+b); a++; if Baca Selengkapnya

1

6.1 Tipe Data Composite: Array

Selain tipe data primitif pada pelajaran sebelumnya, kali ini kita akan mempelajari tipe data komposite salah satunya adalah Array. Array adalah sebuah variabel dengan nilai lebih dari satu.  Jika kita membuat sebuah variabel dengan tipe data primitif, variabel tersebut hanya memiliki sebuah nilai, sebagai contoh perhatikan kode berikut: Kode Program: int angka; angka = 10;  //angka hanya bernilai 10. angka Baca Selengkapnya

1

6.2 Array Statis dan Array Dinamis

Ada dua jenis array berdasarkan penggunaanya, yaitu array statis dan array dinamis.  Pada array statis, banyaknya array ditentukan pertama kali saat deklarasi.  Seperti pada kode program berikut Kode Program: int[] arNilai = new int[20];  //Saat deklarasi kita tentukan jumlah arraynya (20) ini disebut array Statis arNilai[0] =5; arNilai[1] =15; arNilai[2] =35; //dan seterusnya   Pada array dinamis, banyaknya array tidak Baca Selengkapnya