6.2 Array Statis dan Array Dinamis

1

Ada dua jenis array berdasarkan penggunaanya, yaitu array statis dan array dinamis.  Pada array statis, banyaknya array ditentukan pertama kali saat deklarasi.  Seperti pada kode program berikut

Kode Program:

int[] arNilai = new int[20];  //Saat deklarasi kita tentukan jumlah arraynya (20) ini disebut array Statis
arNilai[0] =5;
arNilai[1] =15;
arNilai[2] =35;
//dan seterusnya

 

Pada array dinamis, banyaknya array tidak ditentukan pada awal deklarasi, melainkan setelah deklarasi dan sebelum mengeset nilai.  Jika variabel array dinamis di set, pada kode program berikutnya jumlah array bisa berkurang atau bertambah, jumlah arraynya dinamis berubah-ubah sesuai kebutuhan.  Berikut contoh array dinamis.

Kode Program:

string[] arNama;  //deklarasi array dinamis tidak perlu mengeset besar nilai
arNama = new string[2];
arNama[0] = "Andi";
arNama[1] = "Zela";
arNama = new string[4]; //array dinamis bisa diubah-ubah jumlah arraynya
arNama[0] = "Beta";
arNama[1] = "Gamma";
//dan seterusnya

 

Kapan kita harus menggunakan Array Statis atau Dinamis?
Untuk menjawab pertanyaan diatas, kita pastikan terlebih dahulu apa yang akan dibutuhkan oleh program?

Misalnya variabel tersebut jumlah arraynya selalu sama dari awal sampai akhir program seperti pada jumlah nama hari, jumlah bulan, jumlah tahun, dan sesuatu yang sudah tetap lainnya.  Apabila variabel array tersebut bisa sewaktu-waktu berubah, maka gunakan array dinamis.

One Reply to “6.2 Array Statis dan Array Dinamis”

Leave a Reply