3.1 Logika Pemrograman

12

Fungsi dari logika if adalah membuat program menjadi dua pilihan bercabang, sehingga alur program tidak lagi lurus kebawah namun bisa mengalami beberapa kemungkinan.  Logika if paling banyak digunakan/diaplikasikan dalam sebuah program.  Fungsi logika ini akan mengambil suatu kondisi tertentu kemudian menentukan nilai TRUE atau FALSE. Nilai TRUE adalah nilai dimana kondisi tersebut terpenuhi dan nilai FALSE adalah nilai untuk kondisi yang tidak terpenuhi. Berikut penjelasan untuk logika IF.

Kode Program:

//kode program A
if ( kondisi ) {
//kode program B
}
//kode program C

Setelah kode program A dijalankan lalu bertemu IF, apabila kondisi dalam if hasilnya adalah benar/true, Maka kode program B di dalamnya dilaksanakan atau dijalankan, setelah itu lanjut ke kode program C.
Jadi jika pada kondisi benar, Kode Program A, B, dan C tetap dijalankan.
Namun, apabila kondisi bernilai Salah/False, maka kode program B diabaikan.  Program akan loncat ke bawah, sehingga hanya Kode Program A, dan C yang dijalankan.

Kondisi dapat diisi dengan persamaan perbandingan seperti, perbandingan berikut hanya untuk membandingan nilai dari variabel.
1. Sama dengan “==”, pada bahasa C menggunakan == 2 kali untuk perbandingan, jika = sekali untuk mengeset nilai
2. Tidak Sama dengan “!=”,
3. Kurang dari “<“,
4. Kurang dari atau sama dengan “<=”,
5. Lebih dari “>”,
6. Lebih dari atau sama dengan “>=”.

Selain itu ada sebuah perbandingan tidak untuk membandingkan nilai, tetapi untuk membandingkan tipe data dalam variabel,
1. Sama dengan tipe data nya “===”,
2. Tidak sama dengan tipe datanya “!==”

Contoh dari penggunaan if adalah sebagai berikut:

Kode Program:

int nilai;
string masukan;
masukan = Console.ReadLine();  //user harus memasukan angka tanpa koma
nilai = Convert.toInt16(masukan);
if (nilai > 0){
Console.WriteLine("Angka yang anda masukan adalah bilangan bulat positif");
}

//Jalankan dengan CTRL+F5 pada program Console

One Reply to “3.1 Logika Pemrograman”

Leave a Reply